RESENSI BUKU: TANAMAN REMPAH DAN FITOFARMAKA

by | May 29, 2025 | Artikel | 0 comments

Penulis: Rusdi Evizal
Penerbit: Lembaga Penelitian Universitas Lampung
Jumlah halaman: xiv + 198 halaman
Ukuran: 15,7 x 24 cm
ISBN: 978-979-8510-68-7
Resensor: Irma Syuryani H.
(Kontributor BANREHI)

Kebangkitan Rempah Pascapandemi: Momentum Sejarah dan Kesadaran Kesehatan

Pandemi COVID-19 menjadi titik balik kesadaran masyarakat global akan pentingnya kesehatan tubuh. Dalam konteks ini, tanaman rempah mengalami lonjakan popularitas yang luar biasa, bukan hanya sebagai bumbu dapur, tetapi sebagai bagian integral dari sistem imun alami. Seiring meningkatnya permintaan, kesadaran akan kekayaan hayati Nusantara juga turut tumbuh.

Buku Tanaman Rempah dan Fitofarmaka karya Rusdi Evizal hadir sebagai kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tentang manfaat, budidaya, serta kekayaan jenis tanaman rempah dan obat-obatan tradisional Indonesia. Penulis menggugah kesadaran bahwa tanpa kehadiran rempah, sejarah bangsa ini tidak akan pernah mencatat kedatangan bangsa Portugis, Belanda, dan Inggris ke Nusantara.

Isi Buku: Pendekatan Taksonomi dan Praktik Budidaya

Buku ini menguraikan secara sistematik khasiat dan budidaya berbagai tanaman rempah dan fitofarmaka, termasuk tanaman bumbu tradisional yang memiliki sifat farmakologis. Buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa pun yang tertarik dengan tanaman obat, baik untuk keperluan akademik, penelitian, pengembangan industri, maupun sekadar meningkatkan pengetahuan pribadi dalam bidang etnobotani dan etnomedisin.

Budidaya tanaman obat dinilai memiliki prospek tinggi seiring meningkatnya permintaan dari industri jamu, kosmetika, hingga farmasi. Namun, aspek budidaya masih menyisakan banyak celah, terutama untuk tanaman herbal yang belum banyak dieksplorasi pasar atau masih tersedia melimpah di alam liar.

Penulis menggarisbawahi bahwa literatur tentang tanaman obat tidak sebanyak tanaman pangan, sayur, atau buah. Oleh karena itu, buku ini mengambil pendekatan taksonomi sebagai dasar penyusunan, dengan asumsi bahwa tanaman dalam satu genus memiliki karakteristik habitus dan agronomi yang serupa.

Enam Famili Utama Tanaman Rempah dan Fitofarmaka

Rusdi Evizal mengelompokkan tanaman rempah dan fitofarmaka ke dalam enam bagian utama berdasarkan famili botani:

1. Piperaceae (Lada-ladaan):
Termasuk di dalamnya lada (Piper nigrum), sirih (Piper betle), kemukus, cabe jawa, dan sirih merah. Seluruh bagian tanaman mengandung minyak atsiri yang penting dalam dunia farmasi.

2. Zingiberaceae (Empon-empon):
Famili ini mencakup jahe, kunyit, lengkuas, kencur, banglai, dan temulawak. Rimpangnya digunakan luas sebagai bahan dasar jamu, bumbu, hingga kosmetika.

3. Myrtaceae dan Eugeniaceae (Jambu-jambuan):
Cengkeh, salam, jambu biji, dan jambu air termasuk dalam famili ini, yang dikenal mengandung minyak atsiri dengan khasiat obat dan aroma khas.

4. Lamiaceae (Kemangi dan kawan-kawan):
Meliputi kemangi, selasih, kumis kucing, dan lavender. Selain untuk pengobatan, tanaman ini digunakan sebagai bumbu dan pewangi.

5. Rubiaceae (Kina, Kopi, Gambir):
Tanaman penting dalam famili ini antara lain kina (obat malaria), kopi (minuman sekaligus obat), dan mengkudu yang dikenal multi-khasiat.

6. Apiaceae atau Umbelliferae (Ketumbar dan Seledri):
Tanaman dari famili ini seperti adas, seledri, dan ketumbar digunakan baik sebagai rempah maupun tanaman obat, meskipun umumnya bukan asli Indonesia.

Refleksi Sejarah: Dari Prasejarah hingga Kurikulum Modern

Buku ini juga menyinggung perjalanan panjang rempah dalam sejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah, kerajaan kuno, penjajahan, hingga masa kemerdekaan. Dari bukti arkeologis seperti lumpang batu di zaman Mesolitikum, hingga tradisi tulisan seperti Usada Bali dan Serat Centhini, warisan rempah kita sangat kaya dan dalam.

Penulis menegaskan pentingnya pengembangan studi tentang rempah dan tanaman obat melalui kurikulum pendidikan nasional. Tanpa integrasi dalam pendidikan formal, potensi besar tanaman-tanaman lokal ini akan terus tersisih oleh produk impor dan obat kimia modern.

Penutup: Manifesto Kedaulatan Herbal Nusantara

Tanaman Rempah dan Fitofarmaka bukan sekadar buku teknis pertanian atau farmasi. Ia adalah manifesto kebangkitan jamu dan herbal Nusantara. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak hanya mengkonsumsi, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi, ilmu, dan budidaya rempah Indonesia secara sistematis dan ilmiah.

Buku ini layak dimiliki oleh akademisi, petani, peneliti, pelaku industri jamu, pengambil kebijakan, hingga masyarakat umum yang ingin memahami dan menghargai kekayaan rempah Indonesia—sebuah peradaban agung yang layak dibanggakan dan diperjuangkan.(*)

Related Posts

MEMBACA SEJARAH, MENYUSUN ANTITESA

Yaya Sunaryo (Dosen Univ MH Thamrin, Inisiator Banrehi) “Kelemahan terbesar kita adalah bersandar pada kepasrahan. Padahal, jalan yang paling jelas menuju kesuksesan adalah selalu mencoba, setidaknya satu kali lagi.” Kutipan Thomas A. Edison itu terasa relevan ketika...

read more

PERANG MENGGUNCANG “EMAS MERAH”

Ryo Disastro Pemimpin Redaksi Di tengah ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, perhatian dunia biasanya tertuju pada minyak, selat strategis, dan stabilitas keamanan regional. Namun ada satu komoditas bernilai tinggi yang jarang dibicarakan: Saffron....

read more

PESONA ANGGREK BULAN

Irma Syuryani Harahap Kontributor Tulisan ini terinspirasi dari seorang anak kecil berusia sekitar enam tahun. Setiap kali ke Jakarta, hampir tidak ada tempat singgah selain rumah Ka Andi Maraida. Di rumah itulah aku merasa selalu “terpantau” ketika berada di ibu...

read more

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *