Resensor: Asy’ari Muchtar
Judul: SUKU QURAISY: Riwayat Sejarah dan Peran Mereka dalam Bidang Politik, Ekonomi, dan Agama pada Masa sebelum Islam
Penulis: Dr. Awathib Adib Salamah
Penerjemah: Misbahul Munir
Penerbit: PT. Pustaka Alvabet
Cetakan 1, September 2024
440 halaman; 15 x 23 cm
ISBN 978-623-220-188-0
Ketika membaca buku Suku Quraisy terasa membaca novel dan kisah hidup keturunan bangsa Quraisy. Tidak seperti buku sejarah pada umumnya yang ditulis secara kaku dan dipenuhi angka-angka tanggal dan nama-nama. Buku Suku Quraisy ini membahas sejarah dan peran suku Quraisy dalam bidang politik, ekonomi dan agama yang tidak disuguhkan di bangku sekolah maupun di perguruan tinggi.

SUKU QURAISY: Riwayat Sejarah dan Peran Mereka dalam Bidang Politik, Ekonomi, dan Agama pada Masa sebelum Islam
Membaca buku ini tidak membosankan karena alur ceritanya mengalir seperti novel, hidup, emosional dan penuh imajinasi. Buku Suku Quraisy menggali kedalaman sejarah dengan rentang waktu enam belas abad. Sedangkan fokus dari buku ini pada Suku Quraisy serta peran politik, ekonomi dan agama dua abad sebelum masa Islam.
Yang membuat buku ini menarik untuk dibaca adalah karena menerangkan secara runut tentang masyarakat di Mekkah dan segala aspek kehidupan sosial dan budaya Quraisy termasuk adat dan tradisi. Dan juga membahas tentang peran politik Quraisy dengan prinsip-prinsip pemerintahan Quraisy serta peran pemimpin mereka. Buku Suku Quraisy juga membedah sistem perdagangan Quraisy dengan suku-suku Arab di Jazirah Arab.
Narasi dalam buku ini juga disambungkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Ini bukan sekadar pemanis, tapi menjadi fakta bahwa kisah yang disampaikan memiliki sumber yang kuat yakni Al-Qur’an. Di saat yang sama, penulis juga menggunakan banyak kitab-kitab yang ditulis oleh sejarawan sebagai rujukan, sehingga pembaca mendapatkan perspektif yang lebih luas dan komparatif tentang sejarah suku Quraisy.
Sebagai pembaca, saya menemukan banyak pengetahuan yang sebelumnya tidak pernah saya dapatkan. Kisah hijrah Nabi Ibrahim bersama istrinya Hajar dan putranya Ismail dimana Mekkah pada waktu itu bukanlah daerah terpencil yang sepi, melainkan tempat singgah bagi karavan perdagangan yang mendirikan tenda dan mengadakan pasar besar. Jadi Mekkah menjadi titik pertemuan orang-orang dari utara dan selatan. Setelah kedatangan Ismail dan ibunya Hajjar, air zamzam muncul sehingga mendorong orang-orang untuk menetap dan mendirikan pemukiman. Suku Jurhum kedua kemudian menetap di Mekkah. Dalam kisah dan sejarah yang sering kita dengar bahwa Hajar dan anaknya Ismail ditinggal di gurun padang pasir tidak ada kehidupan sama sekali.
Buku ini juga menjelaskan suku Quraisy sebagai penduduk yang mendiami area sekitar Ka’bah, sangat terkenal dalam sejarah Islam. Bukan hanya karena Nabi Muhammad lahir dari rahimnya, melainkan juga karena perannya yang sangat penting pada masa sebelum Islam di jazirah Arab. Sejak Qushay mengumpulkan orang-orang keturunan Fihr untuk berdomisili tetap di sekitar Ka’bah lalu mengklaim sebagai penguasa Ka’bah dan Mekkah. Suku Quraisy menjadi suku unggul dibanding dengan suku-suku lain.
Jarang sekali sejarawan mengulas secara komprehensif bagaimana asal-muasal, dinamika, pergulatan dan transformasi Quraisy sebelum masa Islam menjadi kekuatan yang sangat berpengaruh dan disegani baik sesama bangsa Arab maupun bangsa non-Arab. Melalui penelusuran yang serius dan teliti buku ini hendak menghubungkan potongan-potongan informasi dan riwayat dari Al-Qur’an yang menjadi sumber utama untuk menggambarkan secara jelas peran mereka secara politik, ekonomi, dan agama pada masa dua abad sebelum masa Islam.
Pada akhirnya, buku Suku Quraisy ini bukan hanya sekedar bacaan, tetapi juga sejarah yang patut untuk dipahami dan dipelajari, agar kita tahu kenapa suku Quraisy unggul dari suku-suku lain. Ia adalah investasi intelektual dan spiritual, terutama bagi umat Islam yang ingin mengenal lebih dalam sejarah dan peradaban Islam. Di tengah arus media sosial yang dangkal secara pengetahuan, buku ini hadir memberi pengetahuan tentang sejarah dan peradaban Islam di masa lalu.(*)
0 Comments