REVITALISASI KERATON NUSANTARA UNTUK KEJAYAAN INDONESIA

by | May 19, 2026 | Artikel | 0 comments

Oleh : Yaya Sunaryo & Samsul Firdaus
Kontributor BANREHI

Jakarta — Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) bersama Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI terus mendorong program revitalisasi keraton dan istana di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya pemajuan budaya nasional. Program strategis tersebut disampaikan dalam kegiatan pameran lukisan bertajuk Revitalisasi Keraton Nusantara yang digelar di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Dalam kesempatan itu, FSKN menjelaskan bahwa revitalisasi keraton tidak hanya berfokus pada pemugaran bangunan fisik, tetapi juga menyangkut pelestarian nilai budaya, sejarah, tradisi, dan identitas bangsa yang diwariskan turun-temurun. “Program revitalisasi keraton dan istana ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional yang dijalankan bersama Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Ada banyak sasaran yang ingin dicapai sebagaimana arahan Presiden terkait penguatan budaya nasional,” ungkap perwakilan FSKN dalam acara tersebut.

Revitalisasi keraton dipandang penting karena keraton dan istana bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan pusat peradaban yang menyimpan kekayaan budaya berwujud (tangible heritage) maupun budaya tak berwujud (intangible heritage). Mulai dari arsitektur, manuskrip, seni pertunjukan, adat istiadat, hingga nilai-nilai luhur kebangsaan, seluruhnya menjadi bagian penting dari identitas Indonesia.

Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, Natsir, menegaskan bahwa pelestarian budaya harus tetap berjalan meskipun dunia sedang menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian. “Pelestarian budaya adalah kerja berkelanjutan. Dalam kondisi apa pun, pemajuan budaya harus terus dilakukan dengan kesadaran penuh karena ini merupakan bagian dari visi besar kebudayaan nasional,” ujarnya. Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan juga telah melakukan audiensi dengan ahli waris Istana Maimun di Medan sebagai salah satu langkah nyata pelaksanaan program revitalisasi keraton di Indonesia.

Program ini diharapkan mampu menjadikan keraton dan istana sebagai destinasi unggulan yang memadukan wisata budaya, sejarah, religi, dan edukasi. Selain pemugaran fisik, revitalisasi juga diarahkan pada penguatan narasi sejarah, tata kelola yang profesional, serta pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan pengalaman publik terhadap warisan budaya Nusantara.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dari akar budayanya. Menurutnya, kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan FSKN bertujuan untuk membangun narasi besar sekaligus menduniakan warisan budaya Indonesia melalui pendekatan kreatif.

“Revitalisasi keraton Nusantara adalah upaya menjaga wajah kebudayaan Indonesia. Yang ingin kita bangun bukan hanya bangunannya, tetapi juga ekosistem kebudayaannya,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghidupkan kembali budaya Nusantara, mulai dari peneliti, negarawan, pegiat seni, media, hingga komunitas budaya. “Kolaborasi adalah kunci utama agar revitalisasi budaya tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan memperkuat identitas bangsa,” tutupnya.(*)

Related Posts

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *