PISANG: TANAMAN SERIBU MANFAAT

by | May 20, 2025 | Artikel, Opini | 0 comments

Oleh: Yaya Sunaryo, S.Pd (Kontributor)

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati (biodiversity) tertinggi di dunia. Sebagai negara tropis, tanah air kita menyimpan ribuan jenis flora dan fauna yang tidak hanya memperkaya lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi luar biasa. Salah satu contoh dari kekayaan alam tersebut adalah tanaman pisang (Musa paradisiaca L.), yang dikenal luas sebagai “tanaman seribu manfaat.”

Pisang (Musa paradisiaca L.)

Tanaman pisang merupakan jenis tumbuhan herba dari suku Musaceae yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Dari akar, batang, daun, bunga, hingga buahnya—semua bagian tanaman pisang memiliki kegunaan. Pisang tidak hanya dikonsumsi sebagai buah segar, tetapi juga digunakan dalam pengobatan tradisional dan modern, serta dikembangkan menjadi bahan baku kosmetik.

Beberapa manfaat kesehatan dari tanaman pisang yang telah diketahui luas antara lain: mengurangi gejala asma, membantu mencegah leukemia, memperkuat tulang, meredakan gejala depresi, melindungi lambung, serta menyehatkan mata. Selain itu, dalam dunia kecantikan, pisang mulai dilirik sebagai bahan dasar kosmetik karena kandungan nutrisinya yang bermanfaat untuk kulit, seperti vitamin A, B, C, dan E.

Asal-usul dan Persebaran Pisang

Sebagai tanaman asli Asia Tenggara, pisang telah menyebar ke berbagai belahan dunia, mulai dari Afrika (terutama wilayah Madagaskar), Amerika Tengah, hingga Amerika Selatan. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki kondisi tanah dan iklim yang sangat cocok untuk budidaya pisang. Namun, budidaya pisang di Indonesia masih didominasi oleh skala rumah tangga atau perkebunan kecil.

Menurut Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (2005), potensi teknis pembangunan perkebunan pisang di Indonesia sangat tinggi. Iklim tropis yang stabil, kesuburan tanah, serta ketersediaan tenaga kerja yang relatif murah menjadikan pisang sebagai salah satu komoditas yang layak dikembangkan untuk pasar ekspor.

Saat ini, Indonesia mengekspor produk pisang dalam berbagai bentuk—baik sebagai buah segar, ekstrak pisang, pisang kering, maupun olahan lainnya—ke berbagai negara tujuan seperti Singapura, Jepang, Arab Saudi, Hongkong, Cina, Australia, Amerika Serikat, Belanda, Prancis, dan lainnya. Namun, industri pengolahan pisang di Indonesia masih didominasi oleh sektor usaha kecil dan menengah (UKM), sehingga dibutuhkan strategi industrialisasi yang lebih terstruktur agar potensi ekspor ini dapat ditingkatkan.

Potensi Ekonomi Pisang

Pisang adalah salah satu komoditas buah tahunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan. Berdasarkan data dari Trade Map International Trade Statistics (ITC), pada tahun 2018 Indonesia telah mengekspor sebanyak 30.373 ton pisang ke berbagai negara dengan nilai total ekspor mencapai USD 14.610. Nilai ini menunjukkan bahwa meskipun kontribusi ekspor pisang Indonesia belum sebanding dengan negara-negara produsen besar lainnya seperti Ekuador atau Filipina, potensinya tetap besar untuk ditingkatkan.

Indonesia juga termasuk dalam jajaran negara produsen buah terbesar dunia. Berdasarkan laporan geeksforgeeks.org (Maret 2024), Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai negara penghasil buah terbanyak di dunia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi buah nasional pada tahun 2023 mencapai 28,24 juta ton, angka yang relatif stabil dibandingkan dengan tahun 2022 (28,3 juta ton), dan meningkat signifikan dari tahun 2020 (24,87 juta ton) serta 2021 (25,97 juta ton).

Dalam klasifikasi buah-buahan yang paling banyak dihasilkan, pisang menempati posisi teratas. BPS mencatat bahwa produksi pisang nasional pada 2023 mencapai sekitar 9,34 juta ton. Ini berarti hampir sepertiga dari total produksi buah nasional berasal dari komoditas ini. Di posisi selanjutnya, terdapat mangga (sekitar 3,3 juta ton), dan nanas (3,16 juta ton).

Selain tiga besar tersebut, Indonesia juga memproduksi berbagai jenis buah seperti jeruk siam, durian, salak, pepaya, alpukat, rambutan, dan nangka. Ada pula produksi buah musiman seperti sawo, belimbing, duku, sirsak, sukun, manggis, jambu, dan buah naga, meski volumenya masih di bawah 500 ribu ton per tahun.

Pisang adalah buah yang paling banyak diproduksi di Indonesia (sumber: https://www.indonesiabaik.id)

Jalan ke Depan: Industrialisasi Pisang

Melihat tingginya volume produksi pisang dan beragam manfaat yang dimilikinya, sudah saatnya Indonesia mengambil langkah strategis dalam industrialisasi komoditas ini. Peningkatan skala produksi, hilirisasi berbasis teknologi, serta pembukaan pasar ekspor baru harus menjadi agenda penting dalam pembangunan sektor hortikultura nasional.

Pisang dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi, seperti tepung pisang, keripik, selai, minuman kesehatan, bahkan produk kosmetik berbahan dasar pisang. Dengan mengintegrasikan inovasi teknologi dan strategi pemasaran digital, pisang Indonesia dapat menjadi ikon ekspor baru yang tak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris modern di kancah global.(*)

Related Posts

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *