Albert Riyandi Dosen Universitas Nusa Mandiri Indonesia, sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki kekayaan alam yang melimpah, salah satunya adalah rempah-rempah. Sejak era kolonial hingga saat ini, rempah-rempah Indonesia telah menjadi...
Riskal Arief Pemimpin Redaksi Biji pepaya sering kali dianggap sebagai limbah setelah buahnya dimakan. Padahal, biji kecil ini menyimpan segudang manfaat kesehatan yang belum banyak diketahui. Dari perawatan rambut hingga perlindungan terhadap kanker, biji pepaya...
Riskal Arief Pemimpin Redaksi Pepaya, tanaman tropis yang tumbuh subur di Indonesia, dikenal sebagai buah kaya manfaat. Namun, biji pepaya sering kali diabaikan dan dibuang begitu saja. Padahal, biji pepaya memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa dan manfaat...
Yaya Sunaryo Kontributor Di sudut pasar tradisional yang semakin tergeser modernitas, seorang perempuan paruh baya duduk dengan senyuman sabar. Bu Katmi, penjual jamu gendong, masih setia menawarkan ramuan herbalnya. Botol-botol kaca berisi cairan kuning, cokelat, dan...
Riskal Arief Pemimpin Redaksi Daun pepaya, meskipun sering diabaikan, ternyata memiliki segudang manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Dengan kandungan senyawa aktif yang menakjubkan, daun ini tidak hanya bermanfaat sebagai bahan masakan tetapi juga sebagai salah...
Yaya Sunaryo Kontributor BANREHI Indonesia dikenal sebagai tanah surga rempah-rempah dan tanaman herbal. Dari Sabang hingga Merauke, kekayaan alam ini menjadi anugerah yang tak ternilai dari Sang Pencipta. Salah satu tanaman herbal yang unik dan sarat manfaat adalah...
Riskal Arief Pimpinan Redaksi Di salah satu ruangan di Gedung Nusantara I MPR-DPR RI, Nurhadi, S.Pd., M.H., anggota Fraksi Partai NasDem, berbagi pandangannya mengenai masa depan rempah dan herbal Indonesia kepada saya dan Prof. Yudhie Haryono, Ph.D., selaku penggagas...
Prof. Yudhie Haryono, Ph.D. Kontributor Pada akhirnya, globalisasi adalah terusan perampokan. Antara siapa melawan apa? Private capitalism versus state capitalism. Jika private capitalism menempatkan Amerika dan sekutunya sebagai subjek yang mengembangkan segi empat...
Prof. Yudhie Haryono, Ph.D. Kontributor Jika penjajah Portugis, Spanyol, VOC, Belanda dan Jepang mendorong kita menjadi “bangsa gunung” maka pemimpin kini mendorong kita menjadi “bangsa selokan.” Pada bangsa gunung, budaya yang berkembang adalah...
Prof. Yudhie Haryono, Ph.D. Kontributor Tanpa ingatan, tak ada masa lalu. Tanpa gagasan, tak ada masa kini. Tanpa harapan, tak ada masa depan. Manusia Indonesia dan negara-negara postkolonial kini menghadapi punahnya ingatan dan hancurnya harapan. Padahal, tanpa...